Sabtu, 03 Juni 2017

Doodle Art

Assalamualaikum wr.wb.


Di sini saya akan menjelaskan tentang Doodle Art.
Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan tentang lettering. Sekarang beralih ke Doodle art.

***

Apa sih Doodle Art itu?
Doodle Art atau yang biasa disebut dengan Doodle ini mempunyai ciri khas yang bisa dibilang cukup teliti, rumit, tapi cukup mudah dilakukannya. Sebelum kita akan membahasnya lebih lanjut lagi, kita simak sejarah singkatnya tentang Doodle!

Sejarah
Sebuah doodle adalah gambar tidak fokus atau tidak sadar dibuat saat perhatian seseorang jika tidak ditempati. Doodles adalah gambar sederhana yang dapat memiliki makna representasi beton atau mungkin hanya bentuk-bentuk abstrak.
Secara Etimologi,
Kata doodle pertama kali muncul pada awal abad ke-17 berarti bodoh atau bodoh. Ini mungkin berasal dari Jerman atau Nudeltopf Dusseldorf, berarti bodoh atau mie (harfiah "minum-minum"). 
Makna "bodoh, bodoh" yang dimaksud dalam judul lagu "Yankee Doodle", awalnya dinyanyikan oleh pasukan kolonial Inggris sebelum Perang Revolusi Amerika. Ini juga merupakan asal dari kata kerja abad kedelapan belas dini untuk mencoret-coret, yang berarti "untuk menipu atau membodohi". Arti modern muncul pada 1930-an baik dari makna ini atau dari kata kerja "untuk berlama-lama", yang sejak abad XVII telah memiliki makna membuang-buang waktu atau karena malas.


Dan jika doodle di kaitkan dengan kehidupan sehari – hari maka contoh Stereotypical doodling adalah buku catatan sekolah yang dipenuhi dengan gambar – gambar abstrak. Kita semua pasti pernah menggambar sesuatu yang tidak jelas ketika guru kita sedang menerangkan suatu pelajaran yang tidak kita senangi, kan? Nah itulah~~~

Okey, daripada bingung mending langsung aja kita bahas tentang bagaimana cara menggambar Doodle.

*Pertama kita harus siapkan alat-alatnya, seperti:
  1. Papan untuk alas menggambar
  2. Kertas --> kertas yang digunakan bebas. bisa kertas gambar, kertas HVS, buku catatan, blocknote, dsb.
  3. Pensil --> disarankan jangan menggunakan crayon (karena susah haha)
  4. Spidol/drawing pen --> untuk menebalkan sketsa yang sudah dibuat menggunakan pensil

NB: kalau mau langsung tanpa sketsa juga bisa langsung menggunakan spidol/drawing pen ;)))


**Kedua, kita bisa langsung mencoba menggambarnya
  1. Siapkan alat-alat gambar
  2. Membuat Sketsa --> ini bertujuan agar tidak terjadi kekeliruan/kesalahan dalam menggambar
  3. Menambahkan Ikon/Karakter sesuai kreatifitas dan keinginan doodler
  4. Menebalkan Ikon --> bertujuan agar memperjelas ikon/karakter
  5. Nah kalau sudah tergambar sketsa dan penebalan, bisa dilanjut dengan mewarnai doodle sesuai selera agar terkesan lebih hidup. Atau hitam putih juga nggakpapa hihi
***Ketiga, kita bisa langsung melihat hasilnya






***

Nah cukup mudah, kan? Mudah dooong.
Sekian penjelasan tentang doodle dari saya semoga bermanfaat. Teruslah berkarya!

Selamat mencoba :)))

Yuk kunjungi instagramku
https://www.instagram.com/fardhasyavril/

Sekian,

Wassalamualaikum wr.wb

Kamis, 19 November 2015

Lettering

Assalamualaikum.

Disini saya akan menjelaskan tentang Lettering.

Apasih Lettering itu guys??

Lettering adalah "The art of drawing letters" ~ "Seni menggambar huruf"
Yaaa menggambar. Saya suka sekali menggambar. Sebelumnya saya suka menggambar doodle. Sudah tak asing lagi bagi kalian mendengar kata doodle, bukan? Lalu semakin bertambahnya waktu dan seringnya mencari referensi, saya menjadi suka lettering. Karena terlalu penasaran melihat karya orang lain begitu bagus, hehe.

***
Inspirasi tentunya datang secara tiba-tiba, tidak menentu waktunya. Terkadang datang saat ada tulisan terlintas di pikiran kita. Atau kadang perasaan yang bisa menggambarkannya *halah*. Kebanyakan dari orang menggambar itu jika ada mood-nya, baru deh gambarannya bagus. Tapi tidak semua orang seperti itu, terkadang pada saat badmood juga bisa lho mendatangkan inspirasi/ide-ide, termasuk saya seperti itu, hehe.

***
So, what should we do?

Hal yang terpenting dalam menggambar sebelum menyiapkan pensil dan alat gambar lainnya adalah seringlah mencari-cari inspirasi, referensi. Seperti melalui jejaring sosial, Instagram misalnya. Kita pasti mendapatkan referensi font yang berbeda-beda dan bagus bagus pula. Kegiatan ini bisa disebut sebagai upaya membiasakan mata. Dengan semakin banyaknya referensi, kita akan lebih mudah dalam mempelajaribentuk-bentuk huruf. 
Satu yang harus diingat, mencari referensi dan inspirasi memang penting, tapi jauh lebih penting untuk memulai pekerjaan sebenarnya, yaitu menggambar, sesegera mungkin.

1. Draw an outline.

Dalam membuat hand lettering, penempatan kata per kata harus selalu diperhatikan. Oleh karena itu, pertama-tama kita menggunakan pensil sebagai antisipasi adanya kesalahan goresan. Beberapa hal yang mesti diperhatikan misalnya jarak antara huruf ke huruf serta kata ke kata yang harus selalu konsisten, keserasian bentuk huruf, style yang digunakan, serta ornamen yang ditambahkan. Tapi kalo emang mau gambar font nya beda beda ya nggapapa tergantung inspirasi masing-masing yaaa.

2. Fill the outline

Oke, sekarang kita lanjut dengan menebalkan gambar yang sebelumnya mengunakan pensil dengan tinta/drawing pen. Pada bagian ini, ketelitian dan kehati-hatian menjadi kunci utama. Penekanan pada kertas akan sangat berpengaruh pada hasil. Sedikit saja ada yang ketebalan ataupun ada yang salah garis, akan sangat tampak. 

 3. Finishing Touch

Pada bagian ini kita bisa menambahkan tekstur di dalam huruf per huruf dengan sesuka hati, namun tetap pada style yang konsisten pada satu jenis huruf. Itulah gunanya outline yang sebelumnya kita buat—untuk membantu serta membuat kita semakin yakin untuk menorehkan drawing pen diatasnya.

4. Show Your Work!

Setelah menyelesaikan sentuhan akhir, hand lettering yang kamu kerjakan selama berjam-jam (ngga ding) akhirnya bisa tau hasil akhirnya. Bangga kah? Tidak puas kah? Bila kamu tidak puas, berlatihlah terus sampai hasilnya membuatmu puas. Bila kamu merasa bangga, tunjukkan pada orang lain, entah itu lewat Instagram, Pinterest, Twitter, Facebook, personal blog, atau di manapun, buat pameran tunggal pun boleh. Intinya, karyamu jangan cuma berakhir di dalam kamar, atau di harddisk laptop, atau memori ponsel. Show your work, karena orang lain juga berhak belajar dari kesalahan-kesalahanmu.
Oiya, saran dari saya ya. Kalau berkarya jangan lupa bubuhi karya kalian itu dengan nama terang/ttd kalian, karena itu termasuk hak cipta ya. Jangan mau ditiru:)
***
Ok, now let me show my lettering~


Sebenarnya masih banyak, cek saja di Instagram saya.
Klik link dibawah ini:
https://www.instagram.com/fardhasyavril/

Oke teman-teman saya cukupkan sampai di sini ya. Semoga bermanfaat.
Wassalam.